-250606-
Tadi tiba-tiba kakakku menelponku. Dia memprotes tentang blog yang aq tulis- di salah satu website "pencarian teman" yang terkemuka- tentang kisahku, pria masa laluku dan priaku kini. Dia rasa itu tidak pantas. Sahabatku juga berfikir hal yang sama. Meskipun dia belum membacanya tapi dari gambaran yang kuceritakan dia sudah tidak menyetujuinya.
Aku bingung. Kurasa di dalam blog tersebut aku tidak memojokkan siapapun. Tapi kenapa ya dua orang yang biasanya paling mengerti tentangku tiba-tiba memprotes hal itu. Yang kurasa wajar-wajar saja. Aku hanya ingin membagi pengalamanku. Karena aku melihat ada teman-temanku yang tidak bisa melepaskan masa lalunya. Hmm...mantan kekasih lebih tepatnya. Aku ingin memberi semangat untuk tidak selalu menengok ke belakang. Inti yang kuceritakan adalah bahwa saat kita begitu mencintai seseorang bahkan berfikir bahwa dia seseorang yang terwujud untukmu, lalu tiba-tiba kita kehilangan dirinya, kita masih bisa move on with our life. Memang sulit untuk melepaskan seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidup kita, tapi pasti ada sesuatu dibalik perjalanan hidup kita dan orang tersebut. Mungkin dia hadir saat itu untuk melatih kita dalam menjalin suatu hubungan dengan orang lain nantinya, mungkin dia hadir memang terwujud untuk kita tapi bukan sekarang saatnya, atau apapun kemungkinan-kemungkinan lainnya. Yang pasti saat ini aku susdah meneruskan hidupku dan begitu juga pria masa laluku. Aku kini bahagia dengan priaku dan kuharap ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Hmm satu lagi yang kupelajari adalah berhati-hati dalam menggunakan kata “selamanya”. Kata itu mengandung arti yang dalam, dan entahlah..kuhanya berfikir mungkin sebaiknya kugunakan kata itu untuk suamiku saja kelak. Karena kata itu akan memberikan pengharapan terlalu besar, baik untuk pasanganku ataupun untukku sendiri. Oh yah, maksud xcerita ini bukan berarti bahwa untuk melupakan masa lalu kita harus selalu menemukan orang yang baru. Tidak..tidak..hal itu sudah kuxcoba sdan hasilnya..Uh oh jauh sdari yang kuharapkan. Aku mampu melewati masa-masa “kenapa ini harus terjasdi?” sdan masa penyangkalan seperti,”kami masih bisa melanjutkannya kok, ini mungkin hanya emosi sesaat”. Hal itu terjasdi karena kutahu bahwa “enough is enough”. Kami sudah mencoba bertahun-tahun ,tapi aku menyasdari bahwa kami tidak sebaiknya bersama. Ku melalui hari-hari dimana seakan asda bagiang besar yang hilang sdalam sdiriku. Kehampaan yang amat sangat itu benar-benar menyakitkan. Yah tentu saja saat-saat itu adsalah dsimana kita harus berterimakasih kepasda kleenex(atau paseo, atau tessa atau yah kalian tahulah maksusdku apa), membenxci penxcipta lagu-lagu patah hati (don’t u hate ‘one more cry’? ), dan menahan diri untuk tisdak mematikan radio yang memutarkan lagu-lagu tersebut (i’m agree with u ne-yo, sooooo sick!). Aku bisa melaluinya, sulit sih..tapi begitu melewatinya, pasti asda suatu kebanggan sdalam diri. Memang saat aku tahu pria masa laluku sudah mempunya seseorang baru, agak sedsikit merasa tidsak rela sih. Yah..dia pernah menjadi milikku bertahun-tahun lamanya jadi wajar kan kalau merasa sesdikit tisdak rela. Tapi rasa bahagia untuknya lebih mendsominasi kok. Bagaimanapun dia pernah menjasdi orang yang sangat ingin aku bahagiakan bukan? Jadi kalau sekarang dia bahagia meski bukan karenaku tentu aku harus ikut senang untuknya. Apalagi akupun susdah bahagia bersama priaku kini(sayang kamu G).
Hmm kenapa aku jadi bercerita lagi tentang aku, pria masa laluku dan priaku ya? Yah well intinya ceritaku simple dan mungkin tidak begitu menarik kan? Jasdi kurasa memang sebenarnya tidak asda yang salah dengan hal itu. Tapi entahlah, daripada semakin banyak yang protes lebih baik kuhapus saja blog itu. Aaaarghh sebal!
*ps: hmm nyadar gak sih dalam tulisan ini banyak huruf s di depan huruf d. Itu bukan karena aku begitu bodoh hingga tak mampu mengeja..Itu semua salah keyboardku yang entah mengapa setiap ditekan huruf d selalu tercetak huruf s juga.Tadinya sih ku coba betulkan, tapi lama2 hal itu membuatku gila..Jadi kubiarkan saja.Emm well yah tak penting..hanya ingin bercerita saja..



