Penutupan perbatasan jalur Gaza-Mesir yang dilakukan presiden Husni Mubarak agar kaum militan Hamas tidak menyeberang ke Mesir dan menjadikannya tempat latihan merupakan aksi bertanggung jawab demi melindungi keutuhan dan stabilitas negara Mesir, bukan bermaksud untuk membantu membunuh masyarakat Palestina.
Mesir yang pernah menjadi pahlawan Arab dalam melawan Israel pada tahun 1967 pada masa Anwar Sadat sudah tahu bagaimana rasanya hidup dalam perang. Mereka tidak mau lagi hidup dalam perang, apalagi kalau negaranya mau menjadi basis kegiatan terorisme Hamas. Tindakan provokasi yang dilakukan pemimpin Hizbullah, Hasan Nasrullah, dengan mengatakan Mesir telah membantu pembunuhan rakyat Palestina dengan menutup perbatasan merupakan tindakan untuk memperluas arena perang.
Hamas seharusnya lah yang paling bertanggung jawab atas serangan Israel terhadap Palestina. Karena Hamas tidak mengakui Israel dan menginginkan Israel tamat, dengan serangan roket setiap hari ke Israel. Seperti kata Obama ketika berkunjung ke Israel: jika setiap hari rumah saya diserang dengan roket, dan hidup saya terganggu, saya akan melakukan apa saja untuk menghentikan tindakan tersebut.
Memang tindakan agresi serangan udara Israel sangat brutal, dengan menghujani Gaza dengan bom dan banyak menelan korban jiwa dan infrastruktur, namun yang jadi sasaran utama penyerangannya adalah Hamas yang kebetulan berlindung di balik padatnya penduduk Palestina, sehingga rakyat Palestina menjadi korban penyerangan. Seandainya Israel hendak menghabiskan Palestina, dan bukan Hamas, semestinya Israel juga menyerang West Bank atau Tepi Barat yang sedang dipimpin Fatah di bawah pimpinan Abbas.
Dalam kejadian agresi ini Hamas lah yang paling bertanggung jawab, di samping bersembunyi di balik kepadatan penduduk, seperti Hizbullah, juga tidak pernah mau mengakui hak Israel untuk eksis dan selalu melancarkan serangan roket tidak henti-henti ke arah Israel. Apa salahnya kalau hidup bersama, dan masing-masing mengakui hak orang lain untuk hidup?
Memang sudah semestinya juga Mesir menutup pintu perbatasan demi keamanan dan stabilitas negara. Dan yang harus dikutuk atas insiden ini adalah Hamas yang telah memprovokasi agresi militer Israel terhadap Gaza.[fosifrenzy]



