Hari ini saya dipanggil dosen saya, dan saya diminta menyerahkan draft paper untuk tugas akhir. Saya menjawab saya kesulitan untuk menulis.
Saya pun ditanya, kamu ini mau jadi insinyur nggak? Saya pun terdiam, karena saya pribadi memang kurang tertarik untuk menjadi insinyur. Itu bukan tujuan hidup saya. Mengerjakan tugas akhir dan menjadi insinyur bagi saya sekarang ini hanya untuk menyenangkan orang tua.
Tapi sebenarnya, meskipun dosen saya salah dalam menyampaikan tegurannya, tapi maknanya bisa saya tangkap.
Insinyur atau tidak, tetap saja harus belajar membuat tulisan! Peradaban bisa maju dan dikenal berbagai bangsa di berbagai generasi, karena tulisan. Karena tulisan adalah bentuk paling efektif untuk menyimpan dan menyebarkan berbagai macam informasi yang pernah diperoleh di masa lampau.
Atau lebih general lagi, siapapun harus belajar berkomunikasi! Pada zaman yang canggih sekarang, memang informasi tidak lagi hanya berupa tulisan. Bisa saja berupa gambar, suara, atau rekaman video. Apapun bentuknya, siapapun harus belajar untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada orang lain.
Makanya ada yang bilang, informasi itu bisa murah bisa mahal. Karena informasi itu penting! Bagaimana perasaanmu jika mengetahui agen TV kabelmu tidak menginformasikan bahwa ternyata harga sewa bulanannya naik 100 persen besok pagi? Atau, bagaimana perasaanmu ketika melewati bioskop favoritmu, kamu baru mengetahui bahwa film yang sudah kamu rencanakan sejak sebulan yang lalu hendak kamu tonton baru saja dihapus? Atau, bagaimana perasaanmu ketika menjumpai ada pisang matang berwarna merah dan hijau, sementara kamu dari kecil diajarkan bahwa semua pisang matang berwarna kuning?



