fosi's tags:
fosi reads (1):
Who's reading fosi (1):
Jumlah pemilih yang menggunakan haknya untuk memilih dalam pilgub tanggal 23 Juli 2008 kemarin hanya 60%, dan selebihnya 40% adalah golput.

Ada fenomena menarik yang terjadi di Madura, yang mayoritas penduduknya adalah petani dan rata-rata hidup dengan 1 dolar perhari bahkan ada yang kurang. Pada saat pemilihan berlangsung, di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep banyak yang kosong, bahkan ada joke yang menjadi cerita dan bergulir di kalangan petani di sana: ketika para petugas TPS memanggil nama-nama orang yang diharapkan untuk memberikan suaranya dengan pengeras suara, ada yang nyeletuk dari petani yang sedang menyiram tembakaunya dekat lokasi TPS: "tolong gantiin kami nyiram tembakau dulu, baru kami mau nyoblos...." Tidak ada gairah sama sekali, bahkan ada yang komentar: "ngapain sih nyoblos, mau bantu mereka jadi kaya? Ntar juga kalo dah jadi gak bakalan ingat sama kita-kita...."

Psikologi trauma yang hinggap di hati para rakyat kecil ini sangat dalam, sejak dari tahun 2000 sampai tahun 2007 kemarin, harga tembakau dibuat permainan oknum-oknum tidak bertanggung jawab dan tidak ada tindakan real dari pemerintah untuk mengatasinya, karena pemerintahnya hanya sibuk mengurus dan mengumpulkan harta untuk dirinya dan keluarganya, hanya janji-janji yang tidak pernah ditepati diberikan kepada masyarakat. Hal ini bisa kita lihat secara jelas dengan lambatnya laju pembangunan di Madura, khususnya Sumenep yang katanya memiliki luas seluas Jawa Timur secara keseluruhan jika dipisah dari pemerintahan Jawa Timur, sebagaimana yang dipaparkan Busro Karim, anggota DPRD Sumenep, ketika berkunjung ke Kairo di hadapan mahasiswa pada tahun 2005. Namun, jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Madura, ternyata Sumenep tidak berkembang sama sekali, keadaannya masih seperti tempoe doeloe, anda tidak akan kesasar atau kebingungan jika pernah ke sana sebelum tahun 2000.

Pertanian tembakau merupakan satu-satunya harapan para petani Madura untuk bisa hidup layak dan bisa menyekolahkan anaknya, tanpa pertanian tembakau ini, jangankan untuk beli lauk atau sayuran, untuk beli besar pun harus sabar dan berani malu minjam duit ke sana kemari. Jika tembakau ini tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah, maka anti-trust government hanya akan semakin kuat, dan bisa jadi tuntutan merdeka dan mengatur pemerintahan sendiri tidak bisa dielakkan, atau malah anarkisme semakin meningkat, mengingat watak Madura yang memang agak sedikit keras dan sedikit memiliki rasa takut atau memiliki keberanian yang tinggi.

Madura ini memang daerah yang panas, banyak tanah kering jika musim kemarau, ditambah keegoisan para pemimpin yang tidak tahu menahu atau mungkin memang tidak tahu bagaimana mengembangkan daerah yang gersang ini; orang yang berpendidikan malah pergi meninggalkan pulau ini tanpa terawat karena egoisme (yang penting gue tidak sengsara principle). Bahkan di Sumenep, bupatinya malah sibuk beristri empat daripada sibuk memikirkan keadaan sosial masyarakat yang ada: kebersihan lingkungan kurang diperhatikan apalagi kebersihan para pejabat yang terkenal selalu korupsi.

Seandainya tidak ada kendala dari para tokoh agama (mayoritas penduduk Madura adalah Muslim layaknya Indonesia yang lain di Jawa), satu-satunya jalan, menurut saya, untuk memajukan pulau ini adalah industri dan perdagangan, karena pertanian tidak bisa diharapkan selain tembakau, dan para penduduknya juga rata-rata tidak takut untuk bekerja keras, mereka sangat siap jika ada perusahaan atau pabrik yang ingin buka cabang dan lapangan pekerjaan di Madura; ditambah dengan banyaknya pulau-pulau kecil yang tersebar diantara Madura dan Kalimantan, yang juga masih milik pemerintah kabupaten Sumenep, belum dikembangkan bahkan tidak berpenghuni. Namun sampai saat ini tidak satupun dari pemerintah yang mau memperhatikan keadaan penduduk Madura ini, sehingga banyak penduduknya yang lari dan jadi pengemis di kota orang.[fosifrenzy]

del.icio.us Digg reddit StumbleUpon

Comment on "Petani tembakau Madura; who cares?"

Madura politik (Click to add tags below)

(Separate tags using commas, for example: New York, dating, vegetarian)
Comment Anonymously