Dalam buku yang berjudul Ragnarok The Age of Fire and Gravel (jaman api dan batu kerikil). Sedikit mencuplik legenda British yang berbunyi : ketamakan dan kedengkian manusia telah membuat Tuhan marah dan murka sehingga ia mengirim angin ribut ke Bumi yang sanggup menghancurkan seluruh mahkluk Bumi. Setelah itu hujan besar turun siang malam tiada henti menggenangi dan menghanyutkan semua benda dan manusia, banyak diantara mereka yang berusaha menyelamatkan diri dari malapetaka yang besar itu, namun banjir yang maha besar itu tetap melanda Bumi.
Sebuah legenda Irlandia tua yang sedikit mengulas banjir besar yang pernah melanda permukaan Bumi. 150 perempuan dan 3 laki-laki dipimpin oleh Banba mendarat di Irlandia sebelum Banjir besar terjadi setelah 40 tahun di tempat itu penyakit wabah menyerang mereka dan Mereka semua mati dalam waktu seminggu. 200 tahun setelah kejadian itu daerah itu menjadi sepi, tempat kosong mengerikan tiada berapa lama banjir besarpun datang. Suatu kejadian yang aneh dan mengherankan sekali bahwa nomor 40 diatas diberikan sebagai lamanya waktu sebelum wabah itu datang, terutama sering munculnya gambaran yang sama dalam legenda Dunia lainnya atau peristiwa lain yang berhubungan dengan banjir raksasa.Banjir besar atau pertistiwa lainnya yang bersifat kolosal dimana sifat-sifat Nuh bisa diketemukan.
Contoh dalam versi Hindu, dimana dikatakan bahwa Vedas dicuri oleh Raksasa bernama Hayagrivah, akibatnya timbul banjir besar yang melanda seluruh Bumi, sebelum banjir tersebut tiba, Raja bijak bernama Satyaorata yang juga sebagai panglima perang dalam peristiwa itu, diperintah oleh Dewa Wisnu untuk menerima sebuah kapal yang akan muncul untuk menyelamatkanya, serta pengikut dan keluarganya. Dalam versi ini ditulis :
Pertama-tama hujan lebat turun, namun berlangsung selama 7 hari 7 malam hingga banjir besar timbul, sewaktu keadaan semakin gawat, tiba-tiba muncul kapal besar yang siap untuk dipakai. Dewa Wisnu datang dalam bentuk ikan, bermil-mil panjangnya, dengan tanduknya yang besar ikan penjelmaan Wisnu tersebut menggiring kapal raksasa dengan cepatnya. Pelayaran memakan waktu bertahun-tahun hingga tiba di sebuah puncak gunung Hunavan yang terbebas dari banjir besar yang mematikan.
Selain legenda-legenda diatas cerita Nuh inipun terdapat dalam cerita Babilonia yang disebut Hasisadra atau Xisuthrus, atau Raja Babilonia kesepuluh. Legenda pre-Columbia kuno yang setaraf dengan Nuh diantaranya adalah legenda Coxcox,Teocipactli, dan juga Tepzi.
Dalam buku yang berjudul “ The Tale of Mexican Journer “ (Cerita Perjalanan Orang Mexico) sedikit disinggung tentang Tepzi, dimana beliau menceritakan :
Pada waktu itu banjir menggenang seluruh Bumi, Tepzi berhasil menyelamatkan diri dalam sebuah kapal yang penuh berisi berbagai macam mahluk dan binatang.
Kutipan diatas mempunyai banyak persamaan dengan cerita genesis tentang Nuh dan banjir besar.
Beberapa cerita tentang Banjir Besar Amerika Selatan yang dikumpulkan tahun 1572 yang menyinggung peristiwa sebelum orang-orang Inca muncul. Suku Inca percaya ( setelah mereka diciptakan ) bahwa Ticci-Viracocha menurunkan banjir besar untuk menghukum mereka yang berdosa. Namun Ticci-Viracocha menyelamatkan beberapa suku yang dianggapnya baik, diantaranya beberapa suku keturunan Cuzvos. Ticci membawa mereka ke puncak gunung tertimggi untuk diselamatkan dari banjir maut.
Di dalam Dunia Tua terdapat seibu satu macam cerita tentang banjir besar, yang melanda dunia. Salah satu diantaranya duhubungkan dangan pahlawan Dardanos yang dikatakan telah menyeberangi Troad dengan sebuah perahu pada waktu tejadi banjir tersebut
Seorang pahlawan Yunani bernama Deucalion bersama istrinya Pyrra selamat dari bencana tersebut dimana akhirnya keduanya dikenal sebagai Sepasang Panglima Banjir Besar.
Disamping cerita-cerita ini masih banyak cerita yang lain. Tentu saja cerita yang berbau Nuh, hampir setiap Negara memiliki legenda atau cerita seperti itu, cerita banjir besar yang melanda permukaan Bumi.
Siapakah dan apakah mereka? ( tokoh –tokoh dari peristiwa ini )
Nabi kah mereka itu ?
“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan: “Sembahlah Allah saja dan jauhi thaghut.” (An-Nahl: 36)



