Maka istilah : Terjaga berarti Mati – Hidup berarti Mimpi.
Bingungkan …………. Ikuti lagi cerita ini
Kematian adalah mimpi panjang di setiap akhir episode kehidupan. Proses kelelahan yang lama setelah terjaga. Bila orang mati, maka dia akan terbangun di suatu tempat dan waktu yang tidak memungkinkan kita untuk berpikir, bertindak sesuai yang kita inginkan, layaknya mimpi yang tiada henti entah sampai kapan. Dalam mimpi kecenderungan yang kita lihat adalah 2 hal saja, yaitu Baik dan Buruk, tidak seperti waktu terjaga yang kita lihat adalah beribu ribu bahkan berjuta juta dan tidak terbatas lagi, segala hal termasuk baik dan buruk bercampur aduk. Diantara 2 pilihan itu, kita hanya bisa memilih satu saja, “Ya dan Tidak”. Bahkan untuk mengontrol dan memilihnya saja kita sulit.
Penjelasan :
Saat terjaga kita ingat akan mimpi.
Saat mimpi kita sama sekali tidak ingat kita terjaga.
Di saat kita mati yang lebih dekat dengan kita adalah Tuhan. Kita
tidak perlu lampu lagi karena ada Matahari (seperti kiasan diatas).
Kita tidak perlu hal yang lebih dari apa dan siapapun, karena sudah ada
Tuhan.
Didalam kematian apa sich yang dicari ?
Jawabanya adalah : “ Tuhan ”
Nah, disini kita justru terjaga akan segala kebingungan-kebingungan
kita yang tidak bisa kita kontrol, sadar akan arti kita itu kecil.
Seperti kiasan di atas “ Bahwa ada sinar lain yang lebih terang, Ada
langit di atas langit “ ini semua adalah hukum paradoks.
Maka istilah : Mimpi berarti Hidup – Mati berati Terjaga.
Susunan kalimat
( Terjaga berarti mati – hidup berarti Mimpi – Mimpi berarti Hidup – Mati berarti Terjaga ).
Kesimpulan
1. Terjaga berarti Mati : Kematian pikiran yang mendorong melakukan perbuatan-perbuatan yang keliru.
2. Hidup berarti Mimpi : Disaat seseorang menginginkan dirinya menjadi apapun atau siapapun yang melampui batas kemampuannya.
3. Mimpi berarti Hidup : Orang yang sedang sadar dalam hidupnya dan
benar-benar mengerti arti sesungguhnya yang dia cari selama ini.
4. Mati berarti Terjaga : Bab akhir kematian dimana orang benar-benar
sadar dan menerima segala kenyataan serta menerima segala konsekwensi
selama hidupnya.
Keterangan urutan angka
1. Puncak dari segala kebimbangan.
2. Puncak dari segala ambisi.
3. Puncak dari segala kesadaran.
4. Puncak dari segala kepasrahan.
“ Masih bingung ? ......baca lagi dari awal, pelan-pelan aja “
Kesalahan orang-orang yang bertobat selama ini :
Pertobatan yang dilakukan berdasarkan dari rasa takut, orang cenderung
hanya meminta perlindungan kepada Tuhan, dan meminta ampunanNya saja,
tetapi tidak mencariNya.
“ ORANG TIDAK TAHU KAPAN SAATNYA MATI “
Jadilah orang biasa saja yang selalu berusaha baik kepada siapapun dan senantiasa menjalankan kewajiban kepada Tuhan.
“ Itu udah cukup ”



